Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik pada tahun 2029 hingga 2030.
Menurut Bahlil, hingga kini masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum teraliri listrik. Ditargetkan, tiga hingga empat tahun mendatang listrik-listrik sudah menyala.
Kementerian ESDM, lanjut Bahlil, telah menempatkan program listrik desa sebagai prioritas nasional sejalan dengan arahan Presiden Prabowo tersebut.
Selain program listrik desa, Pemerintah juga menjalankan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Kedua program ini menjadi wujud komitmen pemerintah untuk menghadirkan negara hingga ke pelosok dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Politisi Golkar Prof Dr Henry Indraguna, SH.MM mendukung niat mulia dan langkah strategis yang dilakukan Menteri Bahlil dalam pemenuhan target aliran listrik secara merata di seluruh tanah air tanpa sejengkal wilayah tanah air yang diabaikan.
“Saya mendukung penuh progam listrik desa sebagai prioritas nasional dalam rangka mendukung pembangunan yang merata di seluruh daerah di tanah air, sehingga seluruh desa dan dusun sudah dialiri listrik semuanya pada tahun 2029-2030 mendatang. Ini program yang sangat positif, karena mendukung pembangunan yang merata di seluruh daerah tanah air, terlebih lagi listrik adalah hak semua rakyat Indonesia untuk bisa mendapatkannya. Kehadiran listrik secara merata juga sebagai bentuk dari keadilan sosial dan tanggung jawab negara kepada rakyat,” ungkap Prof Henry di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Menurut dia, listrik menjadi kebutuhan energi utama karena merupakan bentuk energi serbaguna dan efisien yang mendukung hampir setiap aspek kehidupan modern.
“Tanpa listrik, sebagian besar teknologi dan infrastruktur yang kita anggap remeh tidak akan berfungsi sama sekali,” jelas Henry yang juga Profesor dan Guru Besar Unissula ini.
Ia menyebutkan listrik sangat dibutuhkan manusia karena berfungsi sebagai penerangan kehidupan yang memperpanjang produktivitas dan aktivitas manusia hingga malam hari, serta meningkatkan keamanan.
Seluruh peralatan rumah tangga juga sebagian besar bergantung pada listrik untuk beroperasi, membuat tugas rumah tangga lebih mudah.
Listrik Bisa Permudahkan Komunikasi
Seluruh jaringan komunikasi global, termasuk internet, telepon seluler, dan media penyiaran (radio dan TV), membutuhkan pasokan listrik yang stabil. Perangkat seperti komputer, smartphone, dan router semuanya ditenagai oleh listrik.
Kemudian listrik juga mendukung kelangsungan industri dan ekonomi karena pabrik, bisnis, dan transportasi modern (seperti kereta listrik) sangat bergantung pada listrik. Listrik juga menggerakkan mesin-mesin berat, sistem komputer, dan robotika yang penting untuk produksi barang dan jasa. Bahkan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan medis.
“Secara ringkas, listrik adalah tulang punggung infrastruktur masyarakat modern yang memungkinkan kenyamanan, komunikasi, keamanan, dan kemajuan ekonomi,” katanya.
Melihat pentingnya listrik bagi kehidupan sehari-hari, Penasihat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar ini sangat mendukung program arahan Presiden Prabowo yang secepatnya diimplementasikan oleh Menteri ESDM Bahlil.
“Saya sangat yakin Menteri ESDM, Pak Bahlil akan sangat mampu memenuhi target dari Bapak Presiden bahwa 2029 hingga 2030 seluruh desa dan dusun di Indonesia harus sudah teraliri listrik,” ujar Prof Henry yang juga Doktor Ilmu Hukum UNS Surakarta dan Universitas Borobudur Jakarta ini.
Henry lalu menjelaskan, kenapa dirinya merasa sangat yakin Menteri ESDM Bahlil akan mampu memenuhi target tersebut.
”Saya yakin karena Pak Bahlil sendiri lahirnya dari Indonesia Timur. Dengan kepemimpinannya yang visioner dan keberanian serta kecepatan mengeksekusi arahan dan instruksi Presiden Prabowo, saya tak pernah meragukan kemampuan beliau mampu memenuhi target yang dicanangkan Presiden tersebut,” jelasnya.
“Saya berkeyakinan Pak Bahlil akan menghasilkan terobosan-terobosan di wilayah Indonesia Timur, khususnya energi listrik sehingga di wilayah ini akan mendapatkan pasokan yang sama dengan di wilayah lainnya. Sehingga ini juga menjadi solusi dari ketimpangan pemerataan aliran listrik di tanah air,” imbuh Waketum DPP Bapera sekaligus Ketua LBH DPP Bapera ini. SUARAMERDEKA




