Pengamat hukum sekaligus Guru Besar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof Henry Indraguna, mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam pemberantasan peredaran narkoba.
Ia berharap komitmen tersebut diwujudkan melalui penindakan tegas terhadap bandar, jaringan internasional, hingga pihak-pihak yang diduga melindungi bisnis haram tersebut.
Henry menilai keseriusan kepolisian memberantas narkotika menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.
Menurut Henry, perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada penindakan terhadap pengguna.
Aparat penegak hukum juga perlu membongkar jaringan pemasok, menelusuri aliran distribusi, serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam melindungi peredaran narkotika.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Kapolri baru Jenderal Suyudi. Baru dilantik langsung gebrak narkoba. Ini yang ditunggu masyarakat. Narkoba adalah musuh negara, musuh kita semua,” ujar Henry di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Henry, yang juga menjabat Dewan Pengawas Badan Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian dan konsistensi.
Menurut dia, tidak boleh ada kompromi terhadap jaringan peredaran narkotika yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Komitmen Kapolri Jenderal Suyudi sangat jelas: berantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Tidak hanya pemakai, tapi bandar besar, jaringan internasional, dan bekingnya harus disikat habis. Ini langkah tegas yang patut kita dukung penuh,” tegasnya.
Kampung Ambon hingga Kampung Boncos Jadi Sorotan
Henry turut menyoroti operasi pemberantasan narkoba di sejumlah kawasan yang dikenal rawan peredaran narkotika, termasuk Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat.
Menurut dia, penindakan di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkoba.
Namun, pemberantasan tidak cukup dilakukan melalui operasi kepolisian sesaat.
Diperlukan langkah berkelanjutan agar jaringan yang telah ditindak tidak kembali beroperasi.
Henry, yang juga menjabat Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP MKGR, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya penegakan hukum.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat, agar langkah penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pencegahan,” tuturnya.
Ia menilai pendekatan penindakan perlu berjalan beriringan dengan edukasi mengenai bahaya narkoba.
Keluarga, lingkungan pendidikan, organisasi kepemudaan, dan komunitas masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mencegah generasi muda terjerumus ke penyalahgunaan narkotika.
Minta Bandar dan Jaringan Internasional Dibongkar
Henry menegaskan, narkoba bukan sekadar persoalan kriminalitas, melainkan juga persoalan kemanusiaan yang berdampak luas terhadap keluarga dan lingkungan sosial.
Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menghancurkan masa depan seseorang, memicu persoalan dalam keluarga, serta meningkatkan kerentanan terhadap berbagai tindak kejahatan.
“Narkoba menghancurkan masa depan anak bangsa. Satu orang kena narkoba, satu keluarga hancur. Kalau satu generasi hancur, negara bisa hancur. Jadi apa yang dilakukan Jenderal Suyudi ini adalah menyelamatkan masa depan Indonesia,” kata Henry, yang juga menjabat Wakil Ketua Dewan Penasihat DPP AMPI.
Untuk memperkuat pemberantasan narkoba, Henry berharap langkah Kapolri diikuti penguatan di seluruh jajaran kepolisian daerah hingga tingkat resor.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas lembaga, termasuk dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, dan Bea Cukai.
Menurut dia, kerja sama tersebut diperlukan untuk menelusuri jalur masuk narkotika, memutus rantai pasokan dari luar negeri, dan mengungkap jaringan yang beroperasi lintas wilayah maupun lintas negara.
BAPERA Siap Dukung Edukasi Bahaya Narkoba
Selain mendorong penindakan, Henry menyatakan organisasi Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) siap mendukung program pemberantasan narkoba melalui sosialisasi dan edukasi kepada kalangan pemuda.
Henry, yang menjabat Wakil Ketua Umum DPP BAPERA, mengatakan keterlibatan organisasi kepemudaan dapat membantu memperluas penyampaian informasi tentang bahaya narkotika sekaligus memperkuat pencegahan di lingkungan masyarakat.
“Kami di BAPERA siap mendukung penuh program Kapolri Jenderal Suyudi dalam perang melawan narkoba. BAPERA di seluruh Indonesia siap menjadi mitra Polri untuk sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pemuda,” pungkasnya.
Henry berharap komitmen pemberantasan narkoba dapat diterjemahkan menjadi program yang konsisten, profesional, dan terukur di seluruh wilayah Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang tegas, transparan, dan akuntabel.
Dengan dukungan masyarakat serta koordinasi antarlembaga, upaya pemberantasan narkoba diharapkan tidak hanya menghasilkan penindakan, tetapi juga mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika dan melindungi generasi muda dari ancamannya. WARTAKOTA




